Advertisment
Advertisment
Advertisment

Baubau, Kota Hub Maritim dan Digital Indonesia Timur

, Publisher
28 May 2024, 20:31 Wita

Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi menerima tim dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest) di Rujab Wali Kota Baubau pada Senin malam (27/5/2024).

LULOPEDIA.ID: BAUBAU – Pj Wali Kota Baubau, Dr. Muh Rasman Manafi, SP, M.Si, menyatakan komitmen Pemerintah Kota Baubau untuk menjadikan Baubau sebagai hub maritim di Timur Indonesia. Hal ini diungkapkan saat menerima kunjungan dari tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest) di Rujab Wali Kota Baubau pada Senin malam (27/5/2024).

Menurut Dr. Rasman, ada tiga syarat utama untuk mewujudkan visi tersebut: pengembangan pelabuhan laut, bandara udara, dan konektivitas digital.

Pelabuhan Laut yang Berkualitas

Dr. Rasman menekankan pentingnya kualitas pelabuhan Baubau sebagai pintu masuk Indonesia Timur melalui jalur laut. Untuk itu, pihaknya bersama Kepala KSOP berupaya keras meningkatkan fasilitas dan layanan pelabuhan agar dapat memenuhi standar internasional dan mendukung aktivitas perdagangan serta logistik di wilayah Timur Indonesia.

Dirgahayu SUlawesi Tenggara

Bandara Udara yang Terhubung dengan Berbagai Wilayah

BACA JUGA  Dr. Rasman Manafi Angkat Potensi Maritim di Nice Climate Summit Prancis

Selain pelabuhan, Dr. Rasman juga menyoroti peran penting bandara udara dalam mendukung konektivitas wilayah. Bandara Baubau diharapkan dapat menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan berbagai daerah, termasuk Ambon dan Surabaya, sehingga meningkatkan mobilitas orang dan barang secara efisien.

Konektivitas Digital yang Handal

Konektivitas digital menjadi syarat ketiga yang tidak kalah penting. Dr. Rasman menegaskan bahwa Baubau harus menjadi hub konektivitas digital yang dapat menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia Timur. “Kabel bawah laut dari Makassar ke Ambon atau dari NTT ke Morowali tidak akan kuat jika jaraknya terlalu jauh. Namun, jika melalui Baubau, kita dapat menghubungkan ke berbagai tempat seperti Wakatobi, Kendari, dan Selayar,” ujarnya.

BACA JUGA  Polemik Rapat Pleno Wakatobi: Tantangan Legalitas Pemilu 2024 Terungkap

Peran Strategis Baubau sebagai Sentral Sulawesi Kepulauan

Baubau yang berdiri sejak tahun 2001 telah lama diusulkan sebagai sentral Sulawesi Kepulauan dan bahkan sebagai pusat pemerintahan provinsi baru jika Sulawesi Tenggara dimekarkan. Wilayah sekitarnya seperti Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Bombana, dan Wakatobi memiliki produksi kelautan yang melimpah, menjadikan Baubau pusat ekonomi regional yang strategis.

Dukungan dari PT. Jejaring Mitra Persada

Ikhsan Triayanto dari PT. Jejaring Mitra Persada, bagian dari Triasmitra Grup, mengakui pentingnya Baubau dalam jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) di Indonesia Tengah. Perusahaan ini berfokus pada pembangunan kabel bawah laut (fiber optik) untuk memaksimalkan utilitas palapa ring tengah dan timur, serta mendukung komunikasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Setelah Baubau, mereka akan melanjutkan survei ke Wakatobi.

BACA JUGA  Tina Nur Alam Menyuarakan Perubahan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Sultra

Kehadiran Pihak Terkait

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Marvest, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jaladara, Triasmitra, Kementerian Pertahanan (Kemenham), Pushidrosal, KPLP, Ditnav, Ditnav Kendari, KSOP Baubau, dan PUPR Kendari.

Laporan: Shen Keanu

Dirgahayu SUlawesi Tenggara