Advertisment
Advertisment
Advertisment

Prof. Ma’ruf Kasim dan Misi Membawa UHO ke Panggung Global

, Publisher
06 June 2026, 19:20 Wita

LULOPEDIA.ID: Suasana lantai empat Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat pagi, 29 Mei 2026, mendadak berubah.

Sejumlah panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO awalnya tidak menyangka kehadiran Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof. Ma’ruf Kasim, di ruang pendaftaran bakal calon rektor. Tidak ada pengumuman sebelumnya. Tidak ada deklarasi terbuka. Bahkan sebagian awak media mengira kedatangannya hanya untuk mendampingi kandidat lain.

Namun dugaan itu keliru.

Hari itu, Prof. Ma’ruf datang membawa berkas lengkap pencalonannya dan secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030. Ia menjadi kandidat kedelapan yang masuk dalam bursa pemilihan pimpinan perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.

Dirgahayu SUlawesi Tenggara

“Saya memang kasih surprise buat panitia,” ujar Prof. Ma’ruf kepada wartawan usai menyerahkan berkas pendaftaran. Namun ia menegaskan langkah tersebut bukan keputusan mendadak karena seluruh persiapan telah dilakukan jauh sebelumnya.

Kemunculan Prof. Ma’ruf segera menarik perhatian sivitas akademika. Bukan semata karena dirinya ikut dalam kontestasi Pilrek, tetapi karena rekam jejak akademik dan internasional yang selama ini melekat pada namanya.

Prof. Ma’ruf bukan figur yang muncul tiba-tiba dalam percaturan kepemimpinan kampus.

BACA JUGA  Makan Bergizi Gratis: Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat dan Ekonomi Lokal yang Berdaya

Lahir di Baubau pada 26 September 1970, ia meniti karier akademik dari bawah. Pendidikan sarjananya ditempuh pada bidang Perikanan di Universitas Muslim Indonesia Makassar. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Biologi Laut di Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar doktor bidang Ekologi Laut dari Hokkaido University, Jepang.

Di lingkungan UHO, karier organisasinya berkembang secara bertahap. Ia pernah menjadi Sekretaris Jurusan, Wakil Dekan, Kepala Pusat Jurnal dan HKI, Kepala Pusat Unggulan Rumput Laut, hingga dipercaya sebagai Ketua Senat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Jejak internasionalnya juga cukup panjang. Ia pernah menjadi dosen tamu di Kyoto University dan invited professor di Hokkaido University. Selain itu, ia aktif dalam berbagai organisasi dan forum ilmiah internasional.

Dalam dunia penelitian, nama Prof. Ma’ruf identik dengan inovasi kelautan dan budidaya rumput laut.

Data curriculum vitae menunjukkan ia telah memimpin puluhan penelitian kompetitif nasional maupun internasional. Ia juga menjadi reviewer BRIN serta reviewer berbagai jurnal internasional bereputasi.

Produktivitas akademiknya tergolong tinggi. Hingga saat ini ia tercatat menghasilkan sekitar 40 artikel internasional bereputasi, puluhan artikel nasional, sejumlah buku referensi, serta 12 paten yang berkaitan dengan inovasi budidaya rumput laut.

BACA JUGA  Membangun Masa Depan dari Piring Program Makan Bergizi Gratis di Kolaka

Prestasi tersebut mengantarkannya meraih berbagai penghargaan, termasuk Anugerah Kekayaan Intelektual, Inovator Indonesia, dan program Leaders in Innovation Fellowships di London.

MEMBAWA AGENDA DIGITALISASI KAMPUS

Jika terpilih menjadi rektor, Prof. Ma’ruf mengaku ingin membawa UHO memasuki fase baru transformasi kelembagaan.

Dalam visi yang disusunnya, ia mengusung gagasan besar:

“Mewujudkan Ekosistem Kampus Unggul: Mengintegrasikan Inovasi Digital, Reputasi Global, dan Tata Kelola Keuangan Mandiri.”

Visi tersebut diterjemahkan melalui empat agenda utama, yakni digitalisasi kampus, internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan atmosfer akademik unggul, serta tata kelola administrasi dan keuangan yang akuntabel.

Salah satu program yang paling menonjol adalah pembangunan UHO One Data Platform, sebuah sistem integrasi data kampus yang memungkinkan seluruh layanan akademik dan administrasi berada dalam satu ekosistem digital terpadu.

Menurut Prof. Ma’ruf, status akreditasi unggul yang telah dicapai UHO perlu diperkuat melalui pengelolaan data yang modern dan berbasis teknologi. Ia juga menempatkan internasionalisasi kampus sebagai agenda mendesak agar UHO mampu bersaing di tingkat global.

BACA JUGA  Jejak Kurban PT SCM di Wonua Routa: Menjaga Ruang Sosial Masyarakat

Pendaftaran Prof. Ma’ruf berlangsung di tengah proses Pilrek UHO yang dimulai sejak 12 Mei 2026. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat 11 akademisi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor periode 2026–2030. Tahapan selanjutnya meliputi seleksi administrasi, penyampaian visi-misi, penyaringan oleh senat, hingga pemilihan rektor definitif.

Namun bagi Prof. Ma’ruf, Pilrek bukan sekadar kompetisi memperebutkan jabatan.

Baginya, momentum ini merupakan kesempatan menawarkan arah baru bagi kampus yang telah membesarkan karier akademiknya selama puluhan tahun.

Di tengah persaingan yang semakin ketat antarperguruan tinggi, ia meyakini bahwa masa depan UHO tidak cukup hanya bertahan sebagai kampus unggul di kawasan timur Indonesia. Kampus hijau itu, menurutnya, harus mulai melangkah lebih jauh menjadi universitas yang memiliki reputasi global, berbasis inovasi, dan didukung tata kelola digital yang kuat.

Dengan rekam jejak sebagai peneliti, inovator, dan akademisi internasional, Prof. Ma’ruf kini memasuki babak baru perjalanan kariernya. Dari laboratorium kelautan dan ruang-ruang riset, ia melangkah menuju arena kontestasi yang akan menentukan siapa nahkoda baru Universitas Halu Oleo menuju 2030.

Laporan: Shen Keanu

 

 

 

Dirgahayu SUlawesi Tenggara