
LULOPEDIA.ID: Baubau, sebuah kota dengan sejarah panjang di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, akan merayakan hari jadinya yang ke-483 pada tahun 2024. Selain memperingati sejarah panjangnya, momen ini juga menandai 23 tahun perjalanan Baubau sebagai daerah otonom.
Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan serangkaian kegiatan meriah yang diharapkan tidak hanya meningkatkan kebanggaan masyarakat, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi lokal.
Tanggal 30 September 2024, saat apel gabungan di halaman kantor Wali Kota Baubau, Pj. Sekda Kota Baubau, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si., menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen kota dalam menyukseskan perayaan kali ini. Selain sebagai ajang perayaan, Hari Jadi Baubau juga menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang kota ini yang telah berabad-abad berdiri, dan sekaligus momen refleksi untuk masa depan Baubau yang lebih baik.

Dalam upaya meramaikan suasana, Pemkot Baubau menyerukan agar seluruh OPD dan masyarakat mulai tanggal 1 hingga 31 Oktober 2024 memasang umbul-umbul dan membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah semarak, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan bangga terhadap kota yang kaya akan sejarah dan budaya ini.
Ada sentuhan unik yang diberikan dalam perayaan tahun ini. La Ode Aswad menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Baubau untuk mengenakan kampurui tenun Buton setiap hari, baik untuk laki-laki maupun perempuan, selama periode perayaan dari tanggal 1 hingga 31 Oktober. Setiap hari Rabu, ASN juga diwajibkan mengenakan sarung tenun Buton. Tenun Buton bukan hanya kain; ia adalah simbol identitas dan kebanggaan budaya lokal. Dengan mengenakannya, ASN diharapkan bisa menjadi duta budaya, memperlihatkan kekayaan tradisi Baubau kepada masyarakat luas.
Tak sekadar perayaan seremonial, Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan serangkaian kegiatan yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM. Pembukaan Baubau EXPO dan Kolaborasi UMKM akan menjadi sorotan utama. Acara ini akan menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk unggulan mereka, membuka peluang interaksi dengan calon pembeli dan mitra bisnis. Kolaborasi ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang positif, seperti disampaikan oleh La Ode Aswad, yang mengajak seluruh pihak untuk ikut meramaikan dan mendukung kegiatan ini.
Selain itu, seni dan budaya juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan perayaan. Berbagai pertunjukan dan lomba seni budaya akan diselenggarakan untuk menampilkan kekayaan budaya Baubau. Ada pula karnaval budaya yang akan menampilkan ragam etnis dan tradisi yang ada di kota ini. Pesona Santiago, salah satu acara ikonik, diharapkan mampu menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk datang dan menikmati keindahan budaya serta tradisi Baubau.
Puncak acara Haroana Baubau 2024 akan diisi dengan Paripurna Istimewa DPRD, Upacara Hari Jadi Baubau, dan berbagai kegiatan lainnya seperti Pekakande Kandea, yang merupakan tradisi makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan warga. Malam Ramah Tamah akan menjadi penutup yang manis, memberikan ruang bagi masyarakat dan pemerintah untuk berkumpul dan merayakan capaian serta mengenang perjalanan kota ini.
Tidak hanya berfokus pada kemeriahan, perayaan kali ini juga memiliki visi untuk menghidupkan kembali sektor UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi. Dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Haroana Baubau diharapkan mampu memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di kota ini.
Dari sudut pandang sejarah, perayaan Hari Jadi Kota Baubau bukan hanya acara seremonial. Ini adalah wujud dari kebersamaan dan persatuan warga, yang mampu bertahan dan berkembang selama 483 tahun. Dari Kesultanan Buton hingga masa kini sebagai daerah otonom, Baubau telah mengalami berbagai fase perkembangan yang membentuk karakternya. Oleh karena itu, Haroana Baubau bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat tentang kekuatan dan ketangguhan warga kota ini.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh Pemkot Baubau dalam menyambut Haroana Baubau 2024 bukan hanya sebagai selebrasi, melainkan juga sebagai upaya memperkuat identitas, memperkenalkan budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Perayaan ini adalah bukti nyata semangat kebersamaan warga Baubau untuk membangun kota yang lebih baik dan sejahtera.
Laporan: Shen Keanu
