Advertisment
Advertisment
Advertisment

Bunda PAUD Baubau Hidupkan Literasi dan Budaya Melalui Dongeng

, Publisher
03 March 2024, 00:14 Wita

Kegiatan mendongeng yang diselenggarakan Bunda PAUD Baubau. FOTO: IST

LULOPEDIA.ID: Bunda PAUD Kota Baubau, Reffiani Dwi Atmo Rasman, ST, menekankan pentingnya mendongeng sebagai sarana pembentukan karakter dan kreativitas anak-anak Indonesia. Bertempat di Balai Guru Penggerak Sulawesi Tenggara, kegiatan ini dihadiri oleh para pendidik PAUD yang akan dilatih menjadi pendongeng handal, memastikan dongeng tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai penuntun bagi generasi penerus.

“Kegiatan ini bukanlah sekedar seremonial, tetapi merupakan titik temu para pencipta cerita, pelestari budaya, dan penerang literasi,” ungkap Reffiani. “Kami berharap, melalui dongeng, dapat membawa mimpi anak-anak menuju dunia ideal dimana buku menjadi jendela pengetahuan dan dongeng sebagai pintu gerbang kearifan budaya.”

BACA JUGA  Tak Bayar Utang, Tim Kampanye Bupati Wakatobi Layangkan Somasi Kedua pada Haliana dan Ilmiati Daud

Dengan mengusung tema mendongeng, program ini diinisiasi sebagai upaya menghidupkan kembali literasi sejak usia dini. “Mendongeng adalah alat ajaib yang tidak hanya mengasah kecerdasan emosional anak tapi juga merangsang kreativitas mereka,” lanjut Reffiani.

Kegiatan ini mengapresiasi peran pendidik PAUD yang kini berkesempatan mengembangkan kemampuan mendongeng, menyemai biji-biji literasi yang kelak akan tumbuh menjadi pohon cendekia yang kokoh.

Dirgahayu SUlawesi Tenggara

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajakan bagi semua pihak untuk turut serta dalam perjalanan literasi dan pelestarian budaya Indonesia. “Mari kita ciptakan dunia dimana setiap anak di Indonesia menjadi pendongeng handal, mencintai membaca dan bangga menyampaikan cerita dengan penuh rasa bangga akan warisan budaya mereka,” ajak Reffiani.

BACA JUGA  Revitalisasi Bahasa Wolio, Buku Baru untuk Generasi Masa Depan

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi nyanyian abadi untuk anak-anak masa depan peradaban, menjamin pesan-pesan berharga terus disampaikan dari generasi ke generasi. “Semoga Allah senantiasa meridhoi usaha kita sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan,” tutup Reffiani dengan harapan.

Laporan: Shen Keanu

Dirgahayu SUlawesi Tenggara

Tinggalkan Komentar