Jejak Kurban PT SCM di Wonua Routa: Menjaga Ruang Sosial Masyarakat

Tim PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) bersama mitra dan perwakilan masyarakat menyerahkan hewan kurban di wilayah operasional perusahaan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).Sumber foto: Humas PT SCM
LULOPEDIA.ID: Di pagi yang masih basah oleh embun di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, deretan sapi kurban mulai diturunkan dari kendaraan pengangkut. Beberapa warga berdiri di halaman kantor kecamatan. Anak-anak mengintip dari balik pagar, sementara para kepala desa, tokoh masyarakat, dan aparat setempat bersiap menerima penyaluran hewan kurban yang datang lebih awal menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Di wilayah yang beberapa tahun terakhir tumbuh menjadi salah satu kawasan pertambangan strategis di Sulawesi Tenggara itu, momentum Iduladha bukan hanya tentang ibadah tahunan. Ia juga menjadi ruang perjumpaan antara industri, pemerintah, dan masyarakat yang hidup berdampingan di kawasan lingkar tambang.
Tahun ini, PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) bersama mitra dan kontraktornya menyalurkan 52 ekor hewan kurban yang terdiri atas 50 sapi dan dua kambing ke sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
Distribusi dimulai sepekan sebelum Iduladha. Rute pertama adalah Routa, wilayah yang oleh masyarakat lokal dikenal sebagai “Wonua Routa”, sebelum penyaluran dilanjutkan ke Kabupaten Konawe Utara hingga Morowali, Sulawesi Tengah.

Bagi banyak warga di desa-desa lingkar tambang, bantuan hewan kurban bukan sekadar simbol seremoni perusahaan. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, daging kurban menjadi salah satu sumber pangan penting yang dinantikan masyarakat setiap Iduladha.
Menurut berbagai kajian sosial tentang pembangunan wilayah tambang di Indonesia, keberadaan industri ekstraktif sering kali membawa dua wajah sekaligus: peluang ekonomi dan tantangan sosial. Di satu sisi, investasi tambang membuka lapangan kerja, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar menjadi faktor krusial yang menentukan keberlanjutan sosial sebuah kawasan industri.
Karena itu, banyak perusahaan pertambangan mulai menempatkan program sosial berbasis komunitas sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan mereka. Dalam konteks Indonesia, pendekatan tersebut juga diatur melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menjadi kewajiban perusahaan tambang berdasarkan regulasi sektor mineral dan batu bara.
Bagi PT SCM, program kurban tahunan menjadi salah satu bentuk implementasi dari pilar sosial, budaya, dan keagamaan dalam program PPM perusahaan.
Penyaluran hewan kurban tidak hanya menyasar masyarakat lingkar tambang, tetapi juga sejumlah institusi pemerintah dan aparat keamanan seperti Pemerintah Kabupaten Konawe, Polres Konawe, Polda Sulawesi Tenggara, serta Kodim 1417/Kendari. Proses distribusi dilakukan melalui pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga institusi terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat penerima manfaat secara lebih tepat.
Salah satu agenda penyerahan berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe, Unaaha, pada 25 Mei 2026. Tim Community Affairs PT SCM menyerahkan bantuan kurban kepada Pemerintah Kabupaten Konawe yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand.
Di hadapan perwakilan perusahaan dan masyarakat, Ferdinand menilai kontribusi PT SCM selama ini tidak hanya terlihat dalam kegiatan sosial keagamaan, tetapi juga pada sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga lokal.
“Penyaluran hewan kurban ke wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Konawe ini menjadi bagian dari pemberdayaan perusahaan yang harus selalu didukung bersama. Apalagi, hewan ternak yang disalurkan merupakan hasil pengembangan peternakan di wilayah Kabupaten Konawe, yang sekaligus memberi kontribusi ekonomi bagi para peternak di Kabupaten Konawe,” ujarnya.
Pernyataan itu memperlihatkan satu hal penting yang sering luput dari perhatian publik: rantai ekonomi lokal yang bergerak di balik tradisi kurban. Ketika perusahaan membeli ternak dari peternak lokal, dampaknya tidak berhenti pada distribusi daging kepada masyarakat penerima. Ada perputaran ekonomi yang turut menghidupi peternak desa, pedagang pakan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan.
Di Routa sendiri, sebanyak 19 ekor sapi disalurkan kepada para kepala desa, lurah, dan pihak kecamatan di wilayah lingkar tambang PT SCM.
Camat Routa, Soefyan Meronda, menyebut hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat menjadi hal penting yang harus terus dijaga di tengah pesatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.
“Kami berterima kasih atas penyaluran hewan kurban di wilayah Routa. Semoga melalui kegiatan ini, hubungan harmonis yang telah terbangun selama ini di wilayah lingkar tambang dapat terus terjaga,” katanya.
Nada serupa juga datang dari Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi. Baginya, kehadiran perusahaan tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial masyarakat yang kini berkembang bersama kawasan industri.
“Penyaluran kurban di wilayah lingkar tambang, khususnya Desa Lalomerui, salah satu bukti bahwa PT SCM menjadi bagian tak terpisahkan dengan perkembangan masyarakat Routa. Harapannya, ini dapat menjadi contoh hubungan antara investor dan masyarakat ke depannya,” ujarnya.
Ucapan itu mencerminkan perubahan besar yang sedang berlangsung di Routa. Dahulu kawasan ini dikenal sebagai wilayah terpencil di pedalaman Konawe. Kini, Routa menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara, terutama setelah masuknya investasi sektor pertambangan dan pembangunan infrastruktur pendukung.
Namun perubahan sosial di kawasan tambang tidak selalu mudah. Berbagai penelitian tentang komunitas lingkar tambang menunjukkan bahwa masyarakat lokal kerap menghadapi tantangan adaptasi yang besar, mulai dari perubahan pola ekonomi, urbanisasi mendadak, hingga transformasi budaya sosial masyarakat desa.
Karena itu, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial dan keagamaan sering dipandang bukan hanya sebagai aktivitas seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun legitimasi sosial dan rasa kebersamaan dengan masyarakat sekitar.
PT SCM menyebut program kurban tahunan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan sosial yang dilakukan bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) pada 2023. Dalam pemetaan tersebut, keterlibatan perusahaan pada momentum sosial dan keagamaan dinilai penting untuk memperkuat nilai sosial dan spiritual masyarakat di wilayah operasional.
Bagi perusahaan, Iduladha menjadi ruang refleksi tentang hubungan yang ingin dibangun dengan masyarakat sekitar tambang.
Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, mengatakan perusahaan ingin memastikan kehadirannya dirasakan bukan hanya melalui aktivitas industri, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Momentum Iduladha atau hari raya kurban ini kami maknai sebagai waktu untuk mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami berharap kehadiran PT SCM dapat dirasakan tidak hanya dalam aktivitas tambang, tetapi juga dalam momen kebersamaan serta nilai-nilai sosial dan keagamaan, sehingga dapat memelihara solidaritas sosial dan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Tahun ini, perusahaan memperkirakan sekitar 4.500 warga di berbagai desa dan wilayah administratif lingkar tambang akan menerima manfaat langsung dari program kurban tersebut.
Di banyak daerah Indonesia, terutama wilayah industri berbasis sumber daya alam, relasi antara perusahaan dan masyarakat sering kali diuji oleh konflik lahan, kesenjangan ekonomi, atau persoalan lingkungan. Karena itu, praktik-praktik sosial yang membangun kepercayaan menjadi modal penting bagi keberlanjutan sebuah kawasan industri.
Di Routa, cerita tentang kurban mungkin terlihat sederhana: sapi yang dibagikan menjelang Iduladha. Namun di balik itu, ada upaya menjaga ruang sosial agar tetap hidup di tengah perubahan besar yang datang bersama industri pertambangan.
Ketika kendaraan pengangkut terakhir meninggalkan halaman kecamatan, warga mulai berdiskusi soal jadwal penyembelihan. Anak-anak kembali berlarian di sekitar lapangan desa. Di sudut lain, para tokoh masyarakat berbincang tentang persiapan Iduladha tahun ini.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi kurban kembali menjadi jembatan yang menghubungkan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan di Wonua Routa.
Laporan: Shen Keanu
Disclaimer: Tulisan ini diolah dan dikembangkan dari siaran pers resmi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama pada aspek penyusunan struktur, pengayaan narasi, dan penyempurnaan tata bahasa tanpa mengubah substansi informasi utama.











